Dansungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). Ilustrasi thaghut adalah, foto PixabaySecara umum thaghut adalah berhala atau segala sesuatu yang disembah selain Allah. Namun, thaghut memiliki makna dan bentuk yang sangat buku Ahlussunnah Wal Jamaah karya Fatih Syuhud, dalam Alquran Allah menyebut kata thaghut secara spesifik sebanyak delapan kali. Hal ini semakin menekankan bahwa thaghut merupakan salah satu dari perusakan akidah yang harus dihindari oleh umat Muslim.“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan “Sembahlah Allah saja, dan jauhilah thaghut." QS. An Nahl36Pada ayat tersebut, Allah memerintahkan manusia untuk menjauhi thaghut dan mengikuti ajaran yang dibawah oleh para Rasul. Untuk mengetahui lebih dalam soal thaghut, simak penjelasan di bawah Thaghut menurut Ulama TafsirIlustrasi thaghut adalah, foto PixabayMengutip jurnal ilmiah berjudul Konsep Thaghut dalam Al-Quran karya Andriansyah, thaghut adalah sebuah sifat yang menggambarkan penyembahan kepada selain Allah dalam berbagai bentuk. Sehingga thaghut tidak hanya mengacu pada berhala atau patung yang disembah, namun juga dapat mencakup manusia, jin, dan semakin memahami makna dari thaghut, akan dijabarkan pengertian thaghut menurut para ahli Tafsir berikut Pendapat Sayyid QuthbMenurut Sayyid Quthb, thaghut adalah segala sesuatu yang melampaui kesadaran, melanggar kebenaran, dan melampaui batas yang telah ditetapkan oleh Allah kepada manusia. Lebih jauh beliau menyebutkan bahwa thaghut juga dapat diartikan sebagai paham, undang-undang, atau tradisi yang tidak berpijak pada syariat Pendapat M. Quraish ShihabM. Quraish Shihab berpendapat bahwa thaghut adalah sebuah perbuatan yang melampaui batas keburukan. Thaghut juga memiliki pengertian sebagai perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan Allah. Sehingga, makna thaghut juga dapat melekat pada seorang pemimpin yang berperilaku zalim kepada Pendapat Ibnu ManzurAllah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 51 yang berbunyi“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari al-kitab? Mereka percaya pada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang kafir musyrik mekah, bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman." QS. An-Nisa 51Menurut Ibnu Manzhur, makna thaghut yang terkandung dalam surat An-Nisa ayat 51 merujuk pada seorang pemimpin Nasrani yang kemudian dianggap sebagai Tuhan. Sehingga, orang-orang ahli kitab mengikuti dan tunduk pada setiap pada tafsir ayat tersebut, maka thaghut dapat diartikan sebagai seorang pemimpin yang tidak menjalankan perintah Allah. Serta menyesatkan pengikutnya dari akidah Pendapat Buya HamkaThaghut menurut Buya Hamka adalah pelanggar, yakni segala perbuatan yang tidak berdasar pada keimanan kepada Allah. Sehingga thaghut dapat berbentuk manusia yang didewakan, atau pemimpin yang ditakuti perintahnya, atau syaitan, atau berhala yang Pendapat Khairul GhazaliSedangkan menurut Khairul Ghazali, thaghut adalah sesuatu yang bersifat menyesatkan manusia dari menyembah Allah serta menjerumuskan manusia dalam kemaksiatan. Thaghut terbagi menjadi dua, yakniThaghut sebagai objek. Artinya mengacu pada sesuatu yang berperan menyesatkan manusia, seperti setan, berhala, dukun, dan tukang sebagai subjek. Maknanya adalah suatu perbuatan yang melanggar syariat dan bertujuan untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah, seperti ganja, riba, dan minuman saja contoh thaghut?Apa hukum mengingkari Allah?Bagaimana cara menahan diri dari thaghut? Akumeminta kepada Allah عزّوجلّ yang maha pemurah, Rabnya arsy yang besar, agar Dia menjadikan anda sebagai waliNYA didunia dan diakherat, menjadikan anda sebagai orang yang diberkahi dimanapun anda berada dan menjadikan anda termasuk orang-orang yang : jika diberikan sesuatu maka ia bersabar, jika ditimpakan ujian maka ia bersabar dan jika dia berdosa maka segera meminta ampunan

Allah Ta’ala berfirman, وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ“Dan sungguh-sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” An-Nahl 36Ayat tersebut menunjukkan bahwa hikmah diutusnya para rasul adalah dalam rangka mengajak umat mereka untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang dari peribadatan kepada selain-Nya. Lihat al-Jami’ al-Farid lil As’ilah wal Ajwibah fi Ilmi at-Tauhid, hal. 10Ketika menerangkan kandungan ayat 36 dari surat an-Nahl di atas Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah mengatakan, “Ayat ini menunjukkan bahwa hikmah diutusnya para rasul adalah supaya mereka mendakwahi kaumnya untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang dari beribadah kepada selain-Nya. Selain itu, ayat ini menunjukkan bahwa -tauhid- inilah agama para nabi dan rasul, walaupun syari’at mereka berbeda-beda.” Lihat Fat-hul Majid, hal. 20Adapun istilah thaghut, para ulama menjelaskan bahwa thaghut mencakup segala sesuatu yang disembah selain Allah dan dia ridha dengannya. Oleh sebab itu, sebagian salaf menafsirkan thaghut dengan dukun-dukun/paranormal, ada juga yang menafsirkan thaghut dengan setan. Imam Ibnu Qayyim rahimahullah memberikan pengertian yang cukup lengkap tentang thaghut. Beliau mengatakan, bahwa thaghut ialah segala hal yang membuat seorang hamba melampaui batas dengan cara disembah, diikuti, atau ditaati. Demikian sebagaimana dinukil oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah. Lihat Fat-hul Majid, hal. 19Di dalam kalimat sembahlah Allah dan jauhilah thaghut’ terkandung itsbat penetapan dan nafi penolakan. Yang dimaksud itsbat adalah menetapkan bahwa ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah. Dan yang dimaksud nafi adalah menolak sesembahan selain Allah. Kedua hal inilah yang menjadi pokok dan pilar kalimat tauhid “laa ilaha illallah”. Dalam “laa ilaaha” terkandung nafi dan dalam “illallah” terkandung itsbat. Sebagaimana dalam sembahlah Allah’ terkandung itsbat dan pada kalimat jauhilah thaghut’ terkandung nafi. Lihat at-Tam-hiid, hal. 14Di dalam kalimat jauhilah thaghut’ terkandung makna yang lebih dalam daripada sekedar ucapan tinggalkanlah thaghut’. Karena di dalamnya terkandung sikap meninggalkan syirik dan menjauhkan diri darinya. Lihat ad-Dur an-Nadhidh, hal. 11Di dalam kalimat jauhilah thaghut’ juga terkandung makna untuk meninggalkan segala sarana yang mengantarkan kepada syirik. Lihat I’anatul Mustafid, 1/36Ayat di atas -dalam surat an-Nahl ayat 36- juga memberikan faidah kepada kita bahwasanya amal tidaklah benar kecuali apabila disertai dengan sikap berlepas diri dari peribadatan kepada segala sesembahan selain Allah Ta’ala. Lihat Qurratu Uyunil Muwahhidin, hal. 4Baca JugaPenulis Ari Wahyudi, Alumni S1 Biologi UGM, Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, penulis kitab "At Tashil Fi Ma'rifati Qawa'id Lughatit Tanzil".

Postedon June 29, 2013 by Ari Wahyudi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila telah masuk Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, dikunci pintu-pintu neraka Jahannam, dan dirantai setan-setan." (Muttafaq 'alaih) Continue reading →. Posted in Keutamaan | Tagged Amalan Puasa
“dan sungguh-sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yg menyerukan; Sembahlah Allah serta jauhilah thaghut.” An-Nahl 36 Ayat tersebut membagikan bahwa pesan tersirat diutusnya para rasul adalah pada rangka mengajak umat mereka buat beribadah kepada Allah semata sesuatu yang disembah dan melarang berasal peribadatan kepada selain-Nya. Lihat al-Jami’ al-Farid lil Alaihi Salam’ilah wal Ajwibah fi Ilmi at-Tauhid, hal. 10 ketika mengambarkan kandungan ayat 36 berasal surat an-Nahl di atas Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata, “Ayat ini membagikan bahwa nasihat diutusnya para rasul merupakan agar mereka mendakwahi kaumnya untuk beribadah kepada Allah semata serta melarang dari beribadah kepada selain-Nya. Selain itu, ayat ini membagikan bahwa -tauhid- inilah agama para nabi serta rasul, walaupun syari’at mereka.” Lihat Fat-hul Majid, hal. 20 Adapun istilah thaghut, para ulama mengungkapkan bahwa thaghut mencakup segala sesuatu yg disembah selain Allah serta dia ridha dengannya. oleh sebab itu, sebagian salaf menafsirkan thaghut dengan dukun-dukun/paranormal, ada jua yg menafsirkan thaghut menggunakan setan. Imam Ibnu Qayyim rahimahullah memberikan pengertian yang relatif lengkap tentang thaghut. beliau berkata, bahwa thaghut ialah segala hal yg membuat seorang hamba melampaui batas menggunakan cara disembah, diikuti, atau ditaati. Demikian sebagaimana dinukil oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah. Lihat Fat-hul Majid, hal. 19 pada pada kalimat sembahlah Allah serta jauhilah thaghut’ terkandung itsbat penetapan serta nafi penolakan. yang dimaksud itsbat merupakan menetapkan bahwa ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah. serta yg dimaksud nafi merupakan menolak sesembahan selain Allah. ke 2 hal inilah yg menjadi utama dan pilar kalimat tauhid “laa ilaha illallah”. pada “laa ilaaha” terkandung nafi dan pada “illallah” terkandung itsbat. Sebagaimana dalam sembahlah Allah’ terkandung itsbat dan di kalimat jauhilah thaghut’ terkandung nafi. Lihat at-Tam-hiid, hal. 14 pada dalam kalimat jauhilah thaghut’ terkandung makna yang lebih pada daripada sekedar ucapan tinggalkanlah thaghut’. sebab pada dalamnya terkandung sikap meninggalkan syirik serta menjauhkan diri darinya. Lihat ad-Dur an-Nadhidh, hal. 11 pada pada kalimat jauhilah thaghut’ juga terkandung makna buat meninggalkan segala sarana yg mengantarkan kepada syirik. Lihat I’anatul Mustafid, 1/36 Ayat di atas -pada surat an-Nahl ayat 36- juga menyampaikan faidah kepada kita bahwasanya amal tidaklah sahih kecuali bila disertai dengan sikap berlepas diri dari peribadatan pada segala sesembahan selain Allah Ta’ala. Lihat Qurratu Uyunil Muwahhidin, hal. 4 Views 101 Previous post Tentang Hari Pembalasan 07/20/2022
DariAbu Hurairah radhiyallahu'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Dahulu, ada seorang lelaki berjalan sembari menunggangi seekor sapi miliknya [dan dia pun memukuli/mencambukinya]. Maka sapi itu pun menoleh kepadanya dan berkata, 'Aku diciptakan bukan untuk diperlakukan seperti ini. Kesempurnaan Agama Islam باللغة الإندونيسية Disusun OlehMuhammad bin Ibrahim bin Abdullah At TuwaijryPenerjemah Team IndonesiaMurajaah Abu Ziyadكمال دين الإسلامإعدادمحمد بن إبراهيم بن عبد الله التويجريترجمةالفريق الإندونيسيمراجعةإيكو أبو زيادMaktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwahالمكتب التعاوني للدعوة وتوعية الجاليات بالربوة بمدينة الرياض1428 – 2007Kesempurnaan Agama IslamIslam adalah agama yang sempurna, yang dengannya Allah SWT, muliakan manusia. Dan dengan islam pula terwujudnya kebahagian manusia di dunia dan akherat. Allah Azza wa jalla telah menciptakan alam ini, dan menjadikan setiap makhluk yang ada didalamnya tunduk kepada sunnatullah hukum Allah atau tabiat yang berlaku atasnya. Dengannyalah Allah mewujudkan kehendakNya, oleh karena itu segala sesuatu yang telah ditetapkan atasnya hukum Allah tsb, tidak bisa di ubah kecuali hanya dengan perintah Allah saja;سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلاً سورة الفتح 48/23"Sebagai suatu sunnatullah hukum Allah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu."Matahari memiliki sunnatullah, malam memiliki sunnatullah, siang memiliki sunnatullah, tumbuh-tumbuhan memiliki sunnatulah, hewan-hewan memiliki sunnatulah, begitu juga angin, air, bintang-bintang, lautan dan gunung-gunung; setiap mereka memiliki sunnatulah hukum Allah yang berlaku atas mereka. Dan begitulah seterusnyaلا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَسورة يــس 36/40"Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya."Dan manusia juga makhluk dari makhluk-makhluk Allah yang butuh akan jalan yang ia lalui disetiap keadaan; untuk menggapai kesuksesan dunia dan akherat, dan jalan tersebut adalah agama Islam yang Allah memuliakan manusia dengannya serta meridhoinya untuk mereka, tidak diterima agama manapun selainnya, kebahagiaan dan kesengsaraan itu tergantung kepada sejauh mana ia berpegang teguh atau mengingkarinya, dan ia bisa memilih dalam menerimanya atau Allah I berfirman وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ فَمَن شَاءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاءَ فَلْيَكْفُرْ [سورة الكهف - 29]Dan katakanlah "kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin kafir biarlah ia kafir".2. Allah I berfirman قُلْنَا اهْبِطُواْ مِنْهَا جَمِيعاً فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ وَالَّذِينَ كَفَرواْ وَكَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ سورة البقرة 2/38-39Kami berfirman "turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati. adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal didalamnya. "- Ketika Allah I menciptakan manusia, ditundukkan bagi manusia segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan Allah menurunkan kepada manusia kitab-kitab, juga diutusnya para rasul bagi manusia, serta Allah membekali manusia dengan panca indera dan pengetahuan; berupa pendengaran, penglihatan dan akal, dan Allah I memuliakannya dengan peribadatan manusia kepada Nya semata serta tidak menyekutukan Allah I berfirman أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً [سورة لقمان 31/20]"Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk kepentinganmu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat Nya lahir dan bathin."2. Allah I berfirman وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُونَ شَيْئاً وَجَعَلَ لَكُمُ الْسَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ [سورة النحل 16/78]"dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur."3. Allah I berfirman وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللَّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ [سورة النحل 16/36]Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan "sembahlah Allah saja, dan jauhilah thaghut itu".- Nikmat yang paling agungAllah menganugerahi kepada para hamba Nya dengan nikmat yang sangat banyak tidak terhitung, nikmat yang terpenting adalah nikmat diciptakannya kita, diberi umur panjang dan nikmat hidayah, dan nikmat yang teragung dan tertinggi dari nikmat-nikmat tadi adalah nikmat islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ‬ sebagai utusan Allah I kepada umat manusia seluruhnya, inilah agama yang sempurna, menyeluruh dan kekal Mengatur hubungan antara manusia dengan Rabbnya dengan menyembah Nya mengesakan Nya serta bersyukur kepada Nya, menghadap kepada Nya dalam setiap permasalahan, takut kepada Nya, bertawakkal hanya kepada Nya, merendahkan diri untuk Nya, mencintai Nya, mendekatkan diri kepada Nya, meminta pertolongan Nya, memohon keridhoan Nya dan memohon diberikan jalan-jalan yang bisa mengantarkan kedalam syurga Nya serta bagaimana agar selamat dari kemarahan Nya dan siksaan hubungan antara manusia dengan Rasul Nya ﷺ‬ dengan menta'atinya, mencintainya, mengikuti sunnahnya, membenarkan apa yang dibawa olehnya, menjadikannya sebagai suri teladan dan tidak beribadah kepada Allah I kecuali dengan apa yang disyariatkan hubungan antara manusia dengan manusia lainnya, seperti dengan ibu dan bapak, dengan isteri dan anak, dengan sanak famili dan tetangga, dengan orang 'alim dan orang awam, dengan orang muslim dan kafir, dengan penguasa dan masyarakat, dan dengan yang muamalah manusia dengan hartanya, mencari nafkah yang halal, menghindari penipuan, bersikap ramah dalam berjual beli, berinfaq untuk kebaikan, berusaha jujur, menghindari riba dan dusta, dan juga mengatur bagaimana membagikan harta shodaqoh, pembagian warisan dan lain mengatur kehidupan manusia dalam berkeluarga, mendidik anak-anak, menjaga keluarga agar jauh dari kerusakan, mengatur kehidupan pria dan wanita baik dalam keadaan senang ataupun susah, keadaan kaya atau miskin, keadaan sehat atau sakit, keadaan aman atau takut, keadaan bermuqim atau mengatur seluruh hubungan-hubungan tersebut diatas jembatan yang kuat berupa kecintaan karena Allah dan benci karena Allah, mengajak kepada sifat-sifat dan akhlaq terpuji, seperti dermawan, murah hari, malu, pemaaf, jujur, berbuat baik, adil, menolong orang, kasih sayang, simpati dan melarang dari segala keburukan dan kerusakan, kedholiman dan melampaui batas; seperti menyekutukan Allah, membunuh tanpa alasan yang benar, zina, berdusta, sombong, kemunafikan, mencuri, ghibah, memakan harta orang dengan cara yang bathil, riba, minum khamer, sihir, riya dan yang itu semua; Islam menghabarkan keadaan manusia di alam akherat. Dan sesungguhnya kehidupan di akherat itu dibangun berdasarkan kehidupannya di dunia. Maka barangsiapa yang datang dengan membawa keimanan dan amal-amalan shaleh; ia masuk syurga, di syurga ia berbahagia sekali karena bisa melihat wajah Allah, bersenang-senang dengan kenikmatan yang terdapat didalam syurga, yang mana syurga itu belum pernah dilihat oleh mata, dan belum pernah didengar oleh telinga dan tidak pula terbersit dalam hati manusia. Kekal di dalamnya selama-lamanya. Sedangkan orang yang datang dengan kekafiran dan kemaksiatannya maka ia masuk neraka dan mereka kekal di dalamnya, adapun orang muslim yang bermaksiat kepada Allah jika ia tidak diampuni maka akan diazab didalam neraka sebatas kadar dosanya, atau diampuni oleh Allah I dan tidak Allah I berfirman الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً [سورة المائدة 5/3]"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat Ku, dan telah Ku-ridhoi islam itu jadi agama bagimu."2. Allah I berfirman لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُّبِينٍ [سورة آل عمران 3/164]"ٍSungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan jiwa mereka, dan mengajarkan kepada mereka al kitab dan al hikmah. Dan sesungguhnya sebelum kedatangan nabi itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata."3. Allah I berfirman قَدْ جَاءكُم مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ = 15 يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلاَمِ وَيُخْرِجُهُم مِّنِ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ [سورة المائدة 5/15-16]"Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhoan Nya ke jalan keselamatan, dan dengan kitab itu pula Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinNya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus."4. Allah I berfirman وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ . وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَاراً خَالِداً فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُّهِينٌ [سورة النساء 4/13-14]"Barangsiapa taat kepada Allah dan rasul Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan Nya, niscaya Allah memasukkkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan."Agama ini akan tersebar dan disampaikan dengan jelas, sebagaimana jelasnya malam dan siang, kemudian agama islam akan kembali asing seperti semula.إن الله زوى لي الأرض فرأيت مشارقها ومغاربها وإن أمتي سيبلغ ملكها ما زوى لي منها ... [صحيح مسلم ]"Sesungguhnya Allah telah menampakan kepadaku bumi sehingga aku bisa melihat dari penjuru timur dan baratnya, dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan sampai kesemua tempat yang diperlihatkan kepadaku…" HR. Muslim.- Allah telah menyempurnakan agama ini bagi kita, dan menyempurnakan nikmat ini dengannya, serta ridho terhadap islam sebagai agama kita; maka barangsiapa yang menerima agama ini, ia bahagia di dunia dan nanti di akherat masuk syurga. Dan barangsiapa yang mengingkarinya ia sengsara di dunia, dan di akherat masuk neraka. Allah tidak akan pernah menerima agama dari seorang pun selain agama Allah I berfirman الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً [سورة المائدة 5/3]"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat Ku, dan telah Ku-ridhoi islam itu jadi agama bagimu."2. Allah I berfirman وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ [سورة آل 3/85]"Barangsiapa mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang yang rugi."3. dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhoinya- dari rasulullah ﷺ‬, bahwasanya beliau bersabda والذي نفس محمد بيده لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن بالذي أرسلت به إلا كان من أصحاب النار [صحيح مسلم]"Demi yang jiwa Muhammad ada di Tangan Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik yahudi atau nashroni yang mendengar tentang aku, kemudian ia mati dan tidak beriman kepada risalah yang aku bawa, maka ia termasuk penghuni neraka." HR. Muslim.2. Hikmah diciptakannya I menciptakan alam ini sebagai bukti akan kesempurnaan ilmu dan kekuasaannya, dan seluruh makhluk di alam ini bertasbih dan memuji keagungan Allah ﷻ‬ .Allah I berfirman اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْماً [سورة الطلاق 65/12]"Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Allah, ilmu Nya benar-benar meliputi segala sesuatu." -Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada Allah saja dan tidak menyekutukan Nya, sebagaimana firman Allah I وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ . مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ [سورة الذاريات 56-57]"dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia meliankan supaya mereka menyembah Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan."- Alam dan fase-fase yang dilewati menciptakan manusia, serta menjadikannya melewati fase-fase waktu, tempat dan keadaan. Kemudian diakhiri dengan keabadian, baik itu abadi di syurga atau di neraka. Inilah fase-fase perpindahan tsbdalam perut ibu, inilah fase awal yang dilewati seluruh manusia, tempat tinggal pertama manusia selama kurang lebih 9 bulan, Allah I mengaturnya dalam kegelapan ini dengan kekuasaan Nya, ilmu Nya dan hikmah Nya; apa-apa yang dibutuhkan dari makanan, minuman dan tempat untuk berlindung. Pada fase ini tidak ada tugas dan beban kepada manusia. Ada 2 hikmah dengan adanya fase ini, yaitu menyempurnakan sendi-sendi dan anggota badan dan keluar kealam dunia setelah sempurna penciptaan secara dhohir dan dunia, alam yang lebih luas lagi dari alam perut ibu, dan jangka waktu bertempat di alam ini lebih panjang lagi dari alam perut ibu. Allah I mengatur dan menyediakan bagi manusia apa-apa yang dibutuhkannya di alam dunia ini. Juga Allah memberikan kelebihan berupa akal, pendengaran dan penglihatan, kemudian Allah mengutus rasul-rasul bagi manusia, menurunkan kitab-kitab untuknya dan memerintahkannya supaya ta'at kepada Allah, melarangnya bermaksiat kepada Allah, dijanjikan syurga bagi yang taat, dan siksaan neraka bagi yang bermaksiat. Hikmah adanya alam dunia ini adalah menyempurnakan keimanan kepada Allah I, dan menyempurnakan amal-amal sholeh, yang merupakan sebab dimasukkannya ke dalam syurga. Setelah itu berpindah lagi ke alam barzah di dalam qubur, inilah tempat awal dari perkampungan akherat. Manusia tinggal di alam ini sampai meninggalnya seluruh makhluq dan berdirinya hari qiamat. Bertempat di alam ini lebih panjang lagi dibanding dengan alam dunia, kebahagiaan dan kesengsaraan di alam ini juga lebih luas dan lebih sempurna dibanding dengan alam dunia; tergantung amal-amalan kita ketika di alam dunia, alam ini bisa menjadi taman dari taman-taman syurga atau menjadi lubang dari lubang-lubang neraka. Balasan sudah dimulai dari alam ini, kemudian berpindah lagi dari alam ini ke alam abadi, baik syurga atau akherat, kehidupan di alam ini tidak terbatas, kenikmatan-kenikmatan yang sempurna bagi orang-orang beriman, lengkap dan terpenuhi semua keinginan-keinginan orang-orang beriman. Barangsiapa yang ketika di alam dunia menyempurnakan apa yang dicintai oleh Allah I berupa keimanan, akhlaq dan amal-amal sholeh, maka di akerat ini Allah sempurnakan pula baginya apa yang ia sukai dan harapkan, dari apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah terbesit dalam hati manusia. Dan apabila ia datang tanpa membawa keimanan dan amalan-amalan sholeh, maka baginya balasan neraka jahanam dan kekal di dalamnya, sedangkan orang beriman tidak akan merasa puas ketika berpindah dari satu alam ke alam yang lain hingga ia kekal di dalam Kesempurnaan nikmat hatiAllah I menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan, memulyakannya diatas semua makhluk lainnya. Dan Allah menjadikan anggota-anggota tubuh manusia secara sempurna, ketika ia tidak memperoleh kesempurnaan tsb, akan terjadi gangguan, kekacauan, dan kesakitan. Maka dijadikan kesempurnaan mata itu dengan penglihatannya, kesempurnaan telinga dengan pendengarannya, kesempurnaan lisan dengan pembicaraannya, dan ketika hilang kesempurnaan kekuatan anggota badan tsb, ia akan mengalami sakit dan juga Allah I telah menjadikan kesempurnaan hati dan nikmat-nikmatnya, kegembiraannya, ketenangannya, dalam mengenal Rabbnya. Mencintai Nya, senang dan rindu kepada Nya, beramal dengan apa yang diridhoi Nya. Dan tetkala hilang kesempurnaan hati ini, maka azab yang sangat dan kesengsaraan yang lebih-lebih dibanding mata yang kehilangan penglihatannya, telinga yang kehilangan pendengarannya. Hati yang bersih dan selamat akan selalu melihat kebenaran sebagaimana mata melihat matahari. Dansesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu." (QS. An-Nahl [16] : 36) Pesan ini dibawa oleh setiap Nabi dan Rasul Allah sepanjang masa. Setiap umat telah mendengar pesan abadi para Rasul Allah ini. Suatu pesan yang ibarat coin bersisi ganda. وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ Arab-Latin Wa laqad ba'aṡnā fī kulli ummatir rasụlan ani'budullāha wajtanibuṭ-ṭāgụt, fa min-hum man hadallāhu wa min-hum man ḥaqqat 'alaihiḍ-ḍalālah, fa sīrụ fil-arḍi fanẓurụ kaifa kāna 'āqibatul-mukażżibīnArtinya Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan "Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan rasul-rasul. An-Nahl 35 ✵ An-Nahl 37 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangHikmah Mendalam Berkaitan Dengan Surat An-Nahl Ayat 36 Paragraf di atas merupakan Surat An-Nahl Ayat 36 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi hikmah mendalam dari ayat ini. Diketemukan variasi penjabaran dari banyak ahli ilmu terhadap isi surat An-Nahl ayat 36, di antaranya sebagaimana tercantum📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDan sungguh kami telah mengutus di tengah setiap umat yang telah berlalu seorang rasul yang memerintahkan mereka untuk beribadah kepada Allah dan taat kepadaNya semata serta meninggalkan penyembahan kepada selainNya, seperti kepada setan-setan, patung-patung dan orang-orang mati dan lain sebagainya yang dijadikan sebagai penolong selain Allah. Maka diantara mereka terdapat orang yang diberi petunjuk oleh Allah sehingga dia mengikuti para rosul, dan diantara mereka terdapat juga para penentang keras yang mengikuti jalan menyimpang, sehingga jatuhlah ketetapan sesat padanya. Allah tidak memberikan taufik kepadanya. Maka berjalanlah di muka bumi dan saksikanlah dengan mata kepala kalian bagaimana angan-angan orang-orang yang mendustakan dan kehancuran yang menimpa mereka, agar kalian dapat mengambil pelajaran.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram36. Sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat terdahulu seorang Rasul yang mengajak umatnya untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya, berupa berhala, setan dan lainnya. Di antara mereka ada yang Allah beri taufik lalu dia beriman kepada-Nya, mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul-Nya. Di antara mereka ada yang kafir kepada Allah, mendurhakai Rasul-Nya maka Allah tidak memberinya taufik lalu ia pun tersesat. Maka berjalanlah di muka bumi agar kalian melihat dengan mata kepala kalian bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan sesudah mereka ditimpa hukuman dan azab.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah36. Sungguh kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap umat untuk mengajak menyembah Allah Semata dan memberi peringatan dari penyembahan berhala-berhala dan godaan setan. Kemudian manusia terbagi menjadi dua golongan; sebagian mereka Allah beri petunjuk sehingga mereka mengikuti para rasul, dan sebagian mereka mengikuti jalan kesesatan sehingga mereka layak tersesat dan hidup menderita. Berjalanlah di atas muka bumi dengan penuh penghayatan, dan lihatlah kesudahan orang-orang terdahulu yang mendustakan para dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah36. وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat Untuk menegakkan hujjah atas mereka. أَنِ اعْبُدُوا۟ اللهَ وَاجْتَنِبُوا۟ الطّٰغُوتَ ۖ Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut itu Yakni tinggalkanlah seluruh sesembahan selain Allah seperti setan, dukun, berhala, serta semua orang yang mengajak kepada kesesatan. فَمِنْهُمmaka di antara umat itu Yakni diantara umat-umat yang Allah utus kepada mereka para Rasul. مَّنْ هَدَى اللهُada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah Yakni Allah beri mereka petunjuk kepada agama dan tauhid serta Allah jauhkan dari thaghut. وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ ۚ dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya Yakni layak untuk tersesat, karena mereka bersikeras diatas kekafiran dan kedurhakaan. Padahal kewajiban mereka adalah mentaati perintah Allah dan menerima seruan-Nya, dan bukan malah membantah hujjah yang telah disebutkan tadi. Allah memerintahkan seluruh hamba-Nya untuk beriman, namun tidak semuanya dikehendaki Allah untuk mendapat hidayah, sebab seandainya Allah menghendakinya niscaya seluruh hamba-Nya tidak akan ada yang kafir. فَسِيرُوا۟ فِى الْأَرْضِMaka berjalanlah kamu dimuka bumi Dengan tujuan mengambil pelajaran. فَانظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan Dari umat-umat terdahulu, ketika kalian menyaksikan sisa-sisa peradaban mereka seperti kaum Aad dan Tsamud, kesudahan mereka adalah peradaban yang hancur setelah kebinasaan diri mereka.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah36. Sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan “Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut itu yaitu segala yang disembah selain Allah, seperti setan dan lain-lain yang mengajak pada kesesatan”, Maka di antara umat manusia ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang telah ditetapkan menjadi sesat. Sehingga mereka tidak beriman tanpa ada yang mampu mencegah, dan menjadi orang-orang yang kafir dan membangkang. Maka berjalanlah dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan rasul-rasul yaitu kaum Tsamud, kaum Luth dan penduduk Madyan📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahSungguh Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap umat untuk menyeru“Sembahlah Allah dan jauhilah tagut”} tinggalkanlah menyembah setiap sesembahan selain Dia {Di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang ditetapkan} ditetapkan {dalam kesesatan. Maka berjalanlah di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan} akhir {para pendustaMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H36. Allah memberitahukan bahwa hujjahNya telah tegak di hadapan seluruh umat manusia, dan bahwa tidaklah ada sebuah umat yang telah berlalu atau datang belakangan, melainkan Allah pasti telah mengutus seorang rasul di tengah mereka. mereka semua sepakat pada satu dakwah dan satu ajaran, yaitu beribadah kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNya. ”sembahlah Allah saja dan jauhilah thagut itu”. maka umat manusia terbagi bagi berdasarkan sambutan baiknya kepada para rasul atau tidak menjadi dua golongan; ”maka diantara umat itu ada orang orang yang diberi petunjuk oleh Allah” mereka mengikuti para utusan Allah dalam aspek ilmu dan amalan ”dan ada pula diantaranya orang orang yang telah pasti kesesatan baginya,” lalu dia menelusuri jalan kesesatan ”maka berjalanlah kamu dimuka bumi” dengan raga dan hati kalian ”dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang orang yang mendustakan rasul rasul” karena kalian bakal menyaksikan keanehan keanehan. Tidaklah engkau jumpai orang yang mendustakan rasul melainkan pasti kesudahannya adalah kebinasaan.📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna kata وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ waj tanibuth thaaghuut “dan jauhilah thagut” yaitu menyembah patung dan berhala. حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ haqqat alaihidh dhalaalah “tetap dalam kesesatan.” telah ditetapkan melalui ilmu Allah yang azali. Makna ayat Firman-Nya pada ayat yang kedua 36 “Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat untuk menyerukan, “Sembahlah Allah, dan jauhilah Thaghut.” Allah ta’ala mengabarkan tidak suatu umat melainkan telah diutus seorang rasul kepada mereka sebagai petunjuk dan penerang jalan keselamatan, serta pemberi peringatan dari jalan-jalan kesesatan dan kehancuran. Disebutkan juga persamaan dakwah para rasul, yaitu “laa ilaaha illaah” yang ditafsirkan hanya beribadah kepada Allah dan menjauhi Thaghut. Dan seruan ini ajakan setan agar manusia menyembahnya dengan membuat indah perkara syirik melalui wali-walinya dari kalangan manusia atau yang lain. Firman-Nya “Maka di antara mereka” yaitu umat-umat yang telah diutus kepada mereka “ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah” maka dia mengetahui, mempercayainya, mengamalkannya, maka ia selamat dan bahagia. “dan ada pula yang tetap dalam kesesatan.” Yaitu telah ditulis dalam kitab takdir, karena dia terus menerus di atas kesesatan, membelanya, serta mempertahankannya dengan pilihan dan kebebasannya, maka Allah mengharamkannya dari taufiq sehingga dia sesat tidak ada lagi harapan untuk mendapat petunjuk. Firman-Nya “Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan rasul-rasul.” Perintah kepada kafir Quraisy yang berdebat dengan kebatilan, orang-orang yang berhujjah dengan kesyirikan dan syariat mereka yang batil, perintah agar mereka melakukan perjalanan di bumi ke arah utara dan selatan, lalu melihat bagaimana akhir dari orang-orang yang mendustakan para rasul seperti mereka seperti Ad yang ada di utara dan Tsamud di selatan, Madyan, Kaum Luth, dan Fir’aun di barat. Pelajaran dari ayat • Penjelasan makna Laa ilaaha illaah.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, An-Nahl ayat 36 Allah Ta’ala memberitahukan bahwa hujjah-Nya telah ditegakkan kepada semua umat dengan mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan untuk beribadah kepada Allah dan menjauhi sesembahan selain Allah. Terhadap seruan rasul tersebut, manusia terbagi menjadi dua golongan; ada yang mengikuti para rasul baik dalam hal ilmu maupun amal, dan ada pula yang tidak mengikutinya, dan inilah orang yang disesatkan Allah Azza wa Jalla. Thaghut adalah setan dan apa saja yang disembah selain Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Kamu tidak menemukan seorang pun yang mendustakan rasul kecuali akhir kehidupannya dengan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nahl Ayat 36Allah menegaskan bahwa dia selalu mengirim utusan kepada setiap kaum untuk menjelaskan kebenaran. Allah berfirman, dan sungguh, kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat sebelum kamu, wahai nabi Muhammad, untuk menuntun dan menyeru kaum masing-masing, 'sembahlah Allah dengan penuh taat dan patuh dan jangan kamu menyekutukan-Nya dengan apa pun. Jauhilah ta'gut, yakni perbuatan maksiat yang melampaui batas, sesuatu atau benda yang dijadikan sembahan, dan apa saja yang memalingkan kamu dari kebenaran. Kemudian di antara mereka yang menerima pesan itu ada yang diberi petunjuk oleh Allah sehingga mereka beriman dan taat, dan ada pula yang keras kepala dan tetap dalam kesesatan karena keingkaran dan kesombongan mereka. Maka untuk membuktikan apa yang telah Allah timpakan kepada mereka, berjalanlah kamu di bumi, wahai umat nabi Muhammad, dan perhatikanlah sekelilingmu serta renungkanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan para rasul itu. Nabi Muhammad sangat berharap kaum kafir mendapat petunjuk. Allah lalu menegaskan, jika engkau berusaha sekuat tenaga dan sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka itu tidak akan berhasil karena sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, yakni dibiarkan sesat karena lebih memilih jalan kesesatan itu, dan mereka tidak mempunyai penolong yang dapat menyelamatkan mereka. lihat surah al-qashash/28 56.Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Itulah sekumpulan penjabaran dari kalangan mufassirun mengenai kandungan dan arti surat An-Nahl ayat 36 arab-latin dan artinya, moga-moga membawa faidah untuk ummat. Sokonglah syi'ar kami dengan mencantumkan backlink menuju halaman ini atau menuju halaman depan Artikel Banyak Dikunjungi Telaah ratusan topik yang banyak dikunjungi, seperti surat/ayat Yasin 9, An-Naas, Maryam, Al-Fatihah 6, At-Taubah 40, Al-Ma’idah 32. Juga Luqman 13, Al-Baqarah 285-286, Abasa, Al-Lail, Al-Hujurat 10, Dua 2 Terakhir al-Baqarah. Yasin 9An-NaasMaryamAl-Fatihah 6At-Taubah 40Al-Ma’idah 32Luqman 13Al-Baqarah 285-286AbasaAl-LailAl-Hujurat 10Dua 2 Terakhir al-Baqarah Pencarian tafsiran surah yunus ayat 40 41, bacaan surat dhuha, arti surah alfil, ayat jangan mendekati zina, al kahfi surat Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah Tidaksemua yang disembah selain Allah Ta'ala disebut dengan thaghut. Karena pendapat yang benar dari berbagai pendapat para ulama tentang makna istilah thaghut adalah sebagaimana perkataan Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullahu Ta'ala dalam Tafsir-nya (3/21): الصواب من القول عندي في الطاغوت أنه كل ذي Selah SelahPsalm 1493Many them fear, no fear for I,Not I, not I,Don't want them life, a suicide,Not I, not IPlenty run, nowhere to hide,Not I, not I,I run to yeshua, I confide, I & I * come dance before the father,Selah * thanks and praise I will utterSelah * lucifer him no bother,Selah * zion here now my brotherMany them hate, no hate for I,Not I, not love war, famine, genocide,Not I, not IDrugs!! Take them body for a ride, never I, never a savior's, love inside,I abide with Jesus * come dance before the father,Selah * thanks and praise I will utterSelah * lucifer him no bother,Selah * zion here now my brotherPraise jah jah, no death for I,Not I, not II man live eternal life,Yes I, yes I crucifixion, Jesus die,His death for I, you and I*Price now paid see Jesus rise,Up high, so cry!Selah * come dance before the father,Selah * thanks and praise I will utterSelah * lucifer him no bother,Selah * zion here now my brother Selá SELÁSalmos 1493Muitos temem, nenhum medo tenho eu,Não eu, não eu,Não quero que eles vivam um suicídio,Não eu, não euCorreria e nenhum lugar para se esconder,Não eu, não eu,Eu corro para Yeshua, eu confio, eu & eu sobrevivoSELAH * Vem dançar diante do Pai,SELAH * Graças e louvor eu pronunciareiSELAH * Lucifer não O incomoda,SELAH * Zion está aqui agora meu irmãoMuitos odeiam, nenhum ódio de minha parte,Não eu, não euEles amam a guerra, a fome, o genocídio,Não eu, não euDROGAS !! Levam seus corpos pra um passeio, não a mim, NUNCA do amor de um Salvador por dentro,Eu permaneço em Jesus * Vem dançar diante do Pai,SELAH * Graças e louvor eu pronunciareiSELAH * Lucifer não O incomoda,SELAH * Zion está aqui agora meu irmãoLouvo a Jah Jah, nenhuma morte me alcança,Não à mim, não à mimCara, eu vivo a vida eterna,SIM eu, sim eu! Na crucificação, Jesus morreu,Sua morte foi por mim, por você e por mimAgora que o preço foi pago vejo Jesus ascender,Para o alto, então clame!SELAH * Vem dançar diante do Pai,SELAH * Graças e louvor eu pronunciareiSELAH * Lucifer não O incomoda,SELAH * Zion está aqui agora meu irmão SembahlahAllah dan Jauhi Thaghut . Allah ta'ala berfirman dalam surah An-Nahl ayat 36, . ‎أَنِ اعْبُدُوا۟ اللهَ وَاجْتَنِبُوا۟ الطّٰغُوتَ ۖ . Artinya: Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan "Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan rasul-rasul. Ingin rezeki berlimpah dengan berkah? Ketahui rahasianya dengan Klik disini! Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat seperti Aku mengutus kamu kepada mereka untuk artinya untuk menyerukan 'Sembahlah Allah esakanlah Dia dan jauhilah thaghut,' berhala-berhala itu janganlah kalian sembah maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah lalu ia beriman dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti telah ditentukan kesesatan baginya menurut ilmu Allah, sehingga ia tidak beriman. Maka berjalanlah kalian hai orang-orang kafir Mekah di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan rasul-rasul mereka, yakni kebinasaan yang akan mereka alami nanti. Telah Kami utus kepada setiap umat seorang Rasul yang mengatakan kepada umatnya, "Sembahlah Allah semata dan jauhilah seluruh tiran yang merusak." Rasul tersebut telah menyampaikan risalah dan membimbing mereka. Lalu segolongan dari mereka ada yang sudi mendengar bimbingan itu dan menerimanya. Maka Allah memberinya petunjuk berupa kesiapan yang baik untuk mengikuti jalan yang lurus. Sementara segolongan lain dari mereka berpaling dari kebenaran sehingga berjalan pada jalan yang tidak benar. Maka Allah pun menurunkan siksa-Nya kepada golongan tersebut. Jika kalian meragukan hal ini, hai orang-orang musyrik Mekah, maka berjalanlah di muka bumi yang dekat dari kalian. Lihat dan perhatikanlah bagaimana azab Allah menimpa orang-orang yang mendustakan para rasul seperti kaum 'Ad, Tsamûd dan kaum Nabi Lûth, dan bagaimana kesudahan nasib mereka yang binasa dan merugi. Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir Admin Submit 2015-04-01 021331 Link sumber Allah Ta’ala memberitahukan bahwa hujjah-Nya telah ditegakkan kepada semua umat dengan mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan untuk beribadah kepada Allah dan menjauhi sesembahan selain Allah. Terhadap seruan rasul tersebut, manusia terbagi menjadi dua golongan; ada yang mengikuti para rasul baik dalam hal ilmu maupun amal, dan ada pula yang tidak mengikutinya, dan inilah orang yang disesatkan Allah ‘Azza wa Jalla. Thaghut adalah setan dan apa saja yang disembah selain Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Kamu tidak menemukan seorang pun yang mendustakan rasul kecuali akhir kehidupannya dengan dibinasakan. Dansungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut (QS. An-Nahl:36).. -----< jangan sampai BATAL SYAHADATmu/ murtad tanpa sadar >> .. makna Laa ilaaha illallaah yaitu menafikan atau MENIADAKAN empat hal, maksudnya orang [Rubrik Sekedar Sharing] Thaghut berasal dari kata thagha-thughyan yang artinya melampaui batas, sehingga semua yang melampaui batas adalah thaghut menurut bahasa Arab. Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua thaghut adalah kafir, karena thaghut itu terkadang berupa benda mati seperti dinar dan dirham yang menjadi thaghut bagi orang yang mencintai dan rakus kepadanya dan bisa membawa seseorang melampaui batas. Adapun yang biasa dibahas dalam pelajaran-pelajaran tauhid adalah pentolan-pentolan thaghut, seperti syaithan, orang yang disembah dan dia ridha, orang yang menyeru agar menyembah dirinya, orang yang mengklaim mengetahui ilmu ghaib, dan orang yang menghukumi dengan selain hukum yang diturunkan oleh Allah. Allah Ta’ala telah mewajibkan kepada manusia untuk kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah. Allah berfirman,وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat untuk menyerukan, Sembahlah Allah, dan jauhilah tagut’.” QS An-Nahl 36 Mengingkari thaghut merupakan syarat beriman kepada Allah, tidak boleh mengaku beriman kepada Allah jika tidak didahului dengan mengingkari thaghut. Allah berfirman,فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ“Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus.” QS Al-Baqarah 256 Cara mengingkari thaghut adalah dengan meyakini batilnya beribadah kepada selain Allah, kemudian meninggalkannya dan membencinya, lalu mengkafirkannya serta memusuhinya. Penjelasannya yaitu yang pertama harus dilakukan adalah meyakini kebatilannya tanpa ada rasa ragu. Kedua, meninggalkaan peribadatan kepada selain Allah secara keseluruhan. Ketiga, membenci semua thaghut tersebut secara lahir dan batin. Keempat dan kelima, mengkafirkan serta memusuhi semua thaghut tersebut. Tidak boleh enggan melakukannya dengan alasan toleransi. Adapun secara penerapan dan amar ma’ruf nahyi munkar maka perlu mempertimbangkan maslahat dan mudharat, bukan berarti ketika bertemu thaghut semua dipukul rata, langsung menyerang atau bahkan membunuhnya. Hal ini karena bentuk memusuhi thaghut ada rincian dan aturannya. Artikel Asuhan Ustadz dr. Raehanul Bahraen, Sp. PK, Alumnus Ma’had Al Ilmi Yogyakarta hEluMfV.
  • x0wx2t9ln4.pages.dev/325
  • x0wx2t9ln4.pages.dev/142
  • x0wx2t9ln4.pages.dev/387
  • x0wx2t9ln4.pages.dev/243
  • x0wx2t9ln4.pages.dev/324
  • x0wx2t9ln4.pages.dev/46
  • x0wx2t9ln4.pages.dev/88
  • x0wx2t9ln4.pages.dev/398
  • sembahlah allah dan jauhilah thaghut